Tampilkan postingan dengan label Artikel Umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umroh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 April 2010

Persyaratan Dalam Menunaikan Ibadah Umroh

Bagi anda yang saat ini sedang mempunyai niatan untuk melakukan ibadah umroh, berikut persyaratan yang dibutuhkan dalam menunaikan ibadah umroh:

  • Paspor yang masa berlakunya minimal 8 (delapan) bulan serta nama yang tercantum di paspor harus terdiri dari tiga (tiga) suku kata. Misalnya Idah Rusmidah Abbas atau Ero Wati Bolimalakalu.
  • Lembaran paspor bersisa minimal 4 (empat) lembar.
  • Pembuatan paspor baru minimal 2 (dua) minggu.
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • KPT / Kartu Keluarga Asli (bagi wanita berusia diatas 45 tahun).
  • Kartu keluarga dan surat nikah asli (bagi suami istri).
  • Akte kelahiran asli bagi anak-anak.
  • Pendaftaran minimal 1 (satu) bulan sebelum keberangkatan.
  • Pas foto berwarna dengan latar belakang warna putih ukuran 4x6 sebanyak 7 lembar dan 3x4 sebanyak 3 lembar. Dengan ketentuan luas kepala atau wajah 85%.
  • Surat kesehatan (biaya pengurusan Rp. 35.000).
Untuk Informasi Jujur Seputar Umroh
Silahkan Menghubungi
Ibnu Abbas (021) 975 15 224 / 0818 064 50 434


Jumat, 02 April 2010

Jamaah Haji Dan Umroh Adalah Tamu Allah

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

" Jamaah haji dan umroh merupakan tamu Allah yang mana Allah telah mengundangnya dan mereka memenuhi panggilan-Nya. Mereka memohon kepada Allah dan Allah memenuhi permintaan mereka. "

Yang dimaksud tamu di sini adalah para pembesar yang datang karena berziarah, mengerjakan ibadah dan lain sebagainya. Anda tentu tahu apa yang dilakukan bersamaan dengan kehadiran para tamu dari golongan manusia, yaitu memberikan sambutan yang hangat dan memuliakan dirinya lantaran sebagai tamu. lalu bagaimana dengan kondisi anda bilamana Allah menyambut kedatangan anda, seorang manusia, sebagai tamu-Nya.

Ali bin Muwafaq pernah bercerita, " Aku telah menunaikan ibadah haji sebanyak enam kali. Setelah prosesi haji, aku duduk dekat Hijir Ismail seraya memikirkan kondisiku. Berulangkali aku mendatangi tempat tersebut. Dalam pada itu aku tidak tahu, apakah ibadah hajiku diterima atau tidak. lantas aku tidur, dan dalam mimpiku aku menjumpai seseorang berkata kepadaku, 'Adakah kamu mengundang ke rumahmu hanya orang-orang yang kamu cintai? Setelah itu aku terbangun, dan mimpi itu membuatku senang. "

Sumber: Buku Dahsyatnya Umrah